Khat Naskhi | Pengertian dan Contoh-Contohnya

Khat Naskhi | Pengertian Dan Contoh-Contohnya

Pengertian Khat Naskhi

Naskhi merupakan salah satu jenis khat yang kerap digunakan dalam penulisan ayat al-Qur’an, baik untuk kodifikasi (penulisan ulang) al-Qur’an, perlombaan maupun untuk penulisan kaligrafi masjid

Apa Itu Khat Naskhi?

Bersumber dari Buku Kamus Lengkap Seni dan Kaligrafi Islam karangan KH. Iman Saiful Muminin, Naskhi diambil dari kata Nuskhah atau Naskah, mengapa? Karena ia sering digunakan untuk penulisan ataupun penyalinan naskah, baik itu kodifikasi (penyalinan ulang) al-Qur’an, kitab-kitab, maupun untuk keperluan dan kepentingan korespondensi (surat-menyurat).

Baca juga: apa itu seni?

Awal Mula Perkembangan

Ketertarikan banyak orang kepada Khat jenis ini merupakan salah satu hal yang paling berpengaruh terhadap pesatnya perkembangan Khat Naskhi, mengapa demikian? Karena Khat Naskhi dapat ditulis dengan mudah sebab bentuknya yang geometrical kursif (simpel & klasik) tanpa macam-macam variasi yang kompleks. Oleh karena itu ia dapat dengan mudah menyebar ke negara-negara islam, utamanya di timur-tengah.

Siapakah Perumus Kaidah Khat Naskhi?

Rumus/Kaidah Khat Naskhi ditemukan oleh seorang yan masyhur di kalangan kaligrafer, yaitu Ibnu Muqlah. Ibnu Muqlah merumuskan corak bentuk Khat Naskhi pada proporsinya yang lebih elok dan utuh. 
Lalu, kaidah-kaidah tersebut disempurakan lagi oleh Ibnu Bawwab dan kemudian mentransformasikannya kepada tulisan al-Qur’an yang masih bertahan hingga sekarang.

Kapan Khat Ini Mencapai Puncak Keindahannya?

Dituturkan oleh para sejarawan, bahwa Khat Naskhi pernah mencapai puncak keindahannya pada masa Atabek (Nuruddin Zenki 545/1150 M), sehingga pada masa itu kerap dikenal dengan sebutan Naskhi Atabeki yang banyak digunakan untuk penulisan mushaf al-Qur’an pada masa abad pertengahan Islam, terutama di wilayah Turki.

Naskhi Menggeser Pengaruh Khat Kufi

Kaligrafi jenis Naskhi ternyata telah menggeser pengaruh dan kedudukan kaligrafi jenis kufi. Demikian juga pada masa kekuasaan Ayyubiyah di Syam dan Mesir. Jenis tsulus dan naskhi yang sudah berhasil menampakkan pesona keindahannya ini kemudian menggeser kedudukan Khat kufi, sehingga pada akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Barat dan TImur Islam.

Rumus Khat Naskhi Menyerupai Khat Tsulus

Pada dasarnya rumus-rumus yang dipergunakan pada penulisan khat jenis ini sama seperti yang digunakan pada penulisan khat jenis tsulus, dengan kaidah dasar empat sampai lima titik untuk huruf alif, mengapa demikian? Karena persamaan jarak pada tiap huruf naskhi dengan tsulus disebabkan karena miripnya bentuk naskhi dengan tsulus.

Kaligrafi jenis naskhi dapat ditulis lebih cepat dibandingkan kaligrafi jenis tsulus, sebab huruf-hurufnya yang lebih kecil dan tidak dibebani aneka ragam bentuk hiasan (tazinat). Atas dasar inilah ia banyak dipakai untuk menyalin terjemahan dari naskah-naskah Yunani, India, Persia dan lainnya pada masa keemasan Islam.

Lihat: Jasa Kaligrafi Masjid Profesional

Khat Naskhi Dibagi Menjadi Berapa Jenis?

Khat ini dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu

a. Naskhi Qadim

Naskhi Qadim (kuno) merupakan gaya tulisan dari dinasti Abbasiyah yang sampai kepada kita, lalu diperindah oleh Ibnu Muqlah, kemudian diperelok lagi oleh orang-orang Attabek, dan diolah menjadi karya seni yang sempurna oleh para khattat (kaligrafer) Turki, hingga sampailah ia ke zaman sekarang dalam bentuk yang indah dan menawan. Berikut adalah salah satu contoh gaya Naskhi Qadim karya Muhammad Syauqi Effendi

b. Naskhi Suhufi

Adapun Naskhi Suhufi (jurnalistik) adalah gaya tulisan yang terus bertumbuh bentuk-bentuk hurufnya. Mengapa dinamakan suhufi? DInamakan Suhufi karena penyebarannya yang luas di dunia jurnalistik (sahafah). Berbeda dengan Naskhi Qadim yang banyak putaran juga lebih lentur, Naskhi Suhufi cenderung kaku, dan pada beberapa bagian hurufnya mendekati bentuk kaligrafi kufi karena ia memiliki sudut-sudut yang kaku (tajam)

Fungsi Naskhi Suhufi (Jurnalistik)

Gaya campuran antara Naskhi dan Kufi ini sering disebut dengan Naskhi-Kufi dengan ciri-ciri umum terdapat pada goresan horizontalnya yang cukup tebal dan goresan vertikalnya yang sangat tipis dan pendek.

Naskhi-Kufi banyak digunakan digunakan di dunia periklanan (advertensi), plakat, poster, reklame dan judul-judul tulisan di koran serta majalah-majalah negara Timur-Tengah. Namun, gaya tulisan Naskhi-Kufi sudah jarang ditulis tangan langsung, tetapi penulisannya telah menggunakan font digital pada komputer.

Oleh karena itulah Naskhi yang sering digunakan untuk penulisan pada Jasa Kaligrafi Masjid adalah Naskhi Qadim

Lihat Juga: Jasa Kaligrafi

Beberapa Contoh Kaligrafi Karya Khattat Syauqi Effendi
(1829-1887 M)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *