Khat Tsuluts – Arti, Sejarah, Serta Karakteristik nya

Khat Tsuluts | Arti, Definisi, Contoh, Serta Karakteristiknya

Pengertian Khat Tsuluts

Khat Tsuluts merupakan salah satu jenis khat yang kerap digunakan dalam penulisan ayat al-Qur’an, perlombaan maupun untuk penulisan kaligrafi masjid

Apa Itu Khat Tsuluts?

Berdasarkan Buku Kamus Lengkap Seni dan Kaligrafi Islam karangan KH. Iman Saiful Muminin, Khat Tsulus adalah salah satu dari enam jenis kaligrafi arab yang dianggap sebagai “tulisan besar” dalam sejarah seni kaligrafi islam.

Baca juga: apa itu seni?

Siapa Perancang Kaidah Khat Tsuluts

Kaidah khat tsulus mencapai ketenarannya berkat karya Ibnu Muqlah, yang kemudian diperindah oleh Ibnu Bawwab, dan mencapai puncak keindahannya berkat keahlian Yaqut al-Mu’tashimi.

Nama Tsuluts mengacu pada pena yang digunakan, yang ujung pelatuknya dipotong sekitar sepertiga dari goresan pena. Untuk menulis Khat Tsuluts, pena dipotong dengan lebar sudut sekitar setangah lebar pelatuk, ukuran ini sesuai dengan gaya tsuluts ‘Adi (biasa) dan Tsuluts Jaly (jelas)

Sejarah Khat Tsuluts Pada Zaman Dinasti Ayyubiyah

Khat Tsulus dan Naskhi sering digunakan bersama-sama dalam tulisan-tulisan mushaf al-Qur’an sejak zaman Dinasti Ayyubiyah di Mesir dan Syam. 

Kemudian, Tsulus berkembang menjadi jenis tulisan yang digunakan untuk huruf-huruf penggalan atau bersambung, dengan komposisi yang simetris dan indah, sering dihiasi dengan tanda syakal. Variasi ornamen pada Khat Tsulus dikembangkan oleh kaligrafer Ibnu Bawwab dan Yaqut bahkan masih dilestarikan hingga saat ini karena kerap digunakan untuk menulis al-Qur’an dan teks-teks kegamaan lainnya.

Berbagai Bentuk dan Gaya Dalam Khat Tsuluts

Khat Tsulus dapat dibagi menjadi dua varian, yaitu Tsulus Tsaqil (berat) dan Tsulus Khafif (ringan). Walaupun Goresannya serupa, perbedaannya terletak pada tebal dan tipis pena yang digunakan. 

Menurut Ibnu Shayyig, Tsulus Tsaqil memiliki tujuh titik (menurut ukuran normal), sementara Tsulus Khaffif memiliki lima titik

Pesona Khat Tsuluts

Ketika melihat Khat Tsulus, kita akan terpesona oleh komposisi huruf dan ornamen yang indah. Khat Tsulus juga sering digunakan dalam penulisan judul-judul buku, gelar-gelar, dan nama-nama penerbit.

Perkembangan Khat Tsulus Dalam Penulisan Al- Qur’an

Saat ini, teks al- Qur’an yang seluruhnya ditulis dalam Khat Tsuluts sudah jarang ditemui karena dianggap kurang praktis. 

Manuskrip-manuskrip yang menggunakan Khat Tsuluts sebagian besar disimpan di beberapa museum. Satu-satunya mushaf al-Qur’an yang ditulis keseluruhannya menggunakan Khat Tsuluts dapat ditemukan di perpustakaan British Library London

Khat Tsulus Dibagi Menjadi Berapa Jenis?

Khat Tsulus dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu

a. Tsulus Jaly

Jenis Tsulus yang lebih besar biasa dikenal dengan tsulus jaly. Bisa juga disebut dengan Tsulus Wadhih (jelas/besar). Ini adalah salah satu varian indah dari Khat Tsulus yang ditulis dengan pena lebih besar daripada tsulus biasa.
Tsulus Jaly digunakan khususnya dalam dekorasi arsitektur bangunan bersejarah. Dikalangan orang-orang Turki, jenis Tsulus ini dikenal sebagai Tsulus Jaly.

b. Tsulus ‘Adi

Tsulus ‘Adi adalah salah satu varian dari kaligrafi Arab yang dikenal dengan gaya tulisannya yang khas. Tsulus ‘Adi memiliki ciri khas berupa huruf-huruf yang cukup kecil dibandingkan Tsuluts Jaly. Setiap goresan Tsuluts ‘Adi dikerjakan dengan hati-hati agar bisa menciptakan komposisi tulisan yang indah dan harmonis

Peran Penting Mustafa Raqim

Perubahan signifikan terjadi pada masa kaligrafer Mustafa Raqim. Tsulus Jaly pada masa itu hanyalah kaligrafi besar yang ditulis dengan mata pena yang lebar

Kemegahan Tsulus Jaly

Tsuluts Jaly yang ditulis oleh Hafidz Utsman mencapai puncak keindahan yang tidak tertandingi pada saat itu. Hal ini dapat dilihat dalam karya Tsuluts Jaly oleh Sultan Ahmad III, yang benar-benar mirip dengan tulisan Hafidz Utsman

Klik disini untuk pemesanan

Beberapa Contoh Kaligrafi Gaya Tsulus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *